Banner Kartu XL
Tampilkan postingan dengan label forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label forex. Tampilkan semua postingan

Alasan Menjadi Trader Forex

Secara pribadi dan menurut pendapat saya sendiri ada banyak alasan mengapa sekarang memilih untuk menjadi trader forex dan itu bisa menjadi alternatif kegiatan atau malah profesi yang menguntungkan secara ekonomis.

Ada banyak keunggulan forex trading (online) dibandingkan dengan kegiatan bisnis lainnya, misalnya:

> Fleksibilitas waktu

Menjadi forex trader berarti kita bisa melakukan kegiatan sesuai dengan waktu yang bisa kita luangkan. Market forex “buka” 24 jam dalam 5 hari kerja. Secara teoritis, kita bisa memilih waktu untuk melakukan trading kapanpun waktu yang kita sukai. Yah, intinya, anda bisa trading kapan aja. Pokoknya terserah deh... Asyik kan?

> Fleksibilitas tempat

Kita bisa melakukan trading di mana saja. Asalkan ada laptop/komputer yang terkoneksi dengan internet, di situlah kitaa bisa trading. Mau trading di kantor, di kampus, di café, di rumah, di kamar, atau dimanapun.

> Fleksibilitas modal

Kitaa boleh memilih besarnya investasi sesuai dengan kemampuan. Mau $5 atau $5 juta juga boleh.

> Fasilitas margin trading

Nah, ini dia salah satu keunggulan forex trading dibanding trading yang lain, bahkan dibanding dibanding dengan stock (saham) trading. Broker forex biasanya menyediakan fasilitas margin trading, dimana dengan fasilitas ini, trader bisa melakukan trading dengan quantitas yang jauh lebih tinggi dibanding dengan modal yang diinvestasikan.

Dengan margin trading, trader bisa bertransaksi sebesar misalnya $1,000 hanya dengan menginvestasikan sebesar $100. Tentunya hal ini membuat kemungkinan perolehan profit di forex trading bisa jauh lebih tinggi daripada di trading saham atau trading tradisonal di mana kita harus menyediakan dana sebesar quantitas yang kita perdagangkan.

Tetapi harap diingat, fasilitas ini juga membuat trading forex menjadi lebih tinggi resikonya dibanding dengan misalnya trading di saham yang tidak menggunakan margin trading. Resiko kerugian tertinggi di forex trading biasanya terjadi apabila kita mengalami margin call, yang bisa berarti modal kita habis. Bandingkan dengan resiko kerugian di trading saham yang akan terjadi apabila terjadi penurunan harga saham yang secara teoritis kecil sekali kemungkinannya untuk sampe menjadi nol.

Yah, tentu saja ini tergantung preferensi atau pilihan dari masing-masing trader. Mau pilih yang high profit, high risk atau yang relatif aman.

Nah, dengan 3 alasan rasional di atas kayaknya sudah cukup untuk membuat seorang trader menetapkan pilihan untuk terjun ke dunia forex trading. Tentu saja mungkin masih ada tambahan alasan yang lebih personal untuk masing-masing trader.

Menjadikan Forex Sebagai Profesi

Mungkin kita pernah berfikir bahwa tidak ada jurus ampuh trading yang menjadikan seorang trader mendapatkan profit dengan mudah, instant dan pasti. Apakah benar??

Tentu banyak trader yang pada awalnya profit ketika awal mula bertrading. Namun kita semua menyadari bahwa trading adalah sebuah proses pembelajaran panjang untuk menjadikan seseorang menjadi master / ahli.

Dokter, pengacara, serta insinyur harus bertahun-tahun menyiapkan dirinya untuk menjadi seorang professional, sehingga dapat menghidupi serta membahagiakan keluarga atau dirinya sendiri. Sama halnya dengan seorang trader, yang juga memberikan waktu, uang dan tenaganya sebelum menjadikan posisi trader sebagai profesi (pekerjaan secara professional) hingga memungkinkan tercapainya trading for a living.

Profesi memiliki karakteristik (ciri khas) yang serupa dengan kriteria seorang trader, seperti; memiliki keterampilan (pengetahuan teoritis), berorganisasi, ada tingkatan jenjang (level), perlu disiplin, dan tidak semua orang dapat diberikan "label" oleh orang lain (trader / non trader) pada umumnya. Perbedaan paling mencolok, bertitik berat pada sertifikasi / lisensi yang dipegang seseorang, yang biasa disebut professional / ahli.

Belajar dari Kesalahan

Menjadikan label trader sebagai sebuah profesi, hobby, lifestyle, atau apapun bahasa yang Anda biasa gunakan, bukanlah perkara mudah. Setiap trader (amatir / ahli) pasti pernah melakukan kesalahan dan loss ketika trading. Perbedaan dasarnya adalah ketika seseorang diberikan pilihan, untuk belajar dari kesalahannya atau tetap melakukan kesalahan yang sama. Situasi dimana seorang trader sebaiknya mengambil sikap tegas dalam mengambil keputusan.

Melakukan kesalahan merupakan salah satu proses dari pembelajaran panjang sebelum menjadikan posisi trader sebagai profesi. Setiap kita melakukan kesalahan, berhentilah sejenak dan renungkanlah, tanyakan pada diri kita, Apa, Kenapa, Bagaimana hal itu bisa terjadi, keputusan dan cara apa untuk mencegahnya di masa mendatang? Singkat kata, sebaiknya Kita mulai mengevaluasi / memahami diri (kekuatan dan kelemahan) Kita, sebelum melakukan kesalahan trader yang berkelanjutan di kemudian hari.

Seseorang mempunyai hak kebebasan dalam mengambil keputusan, dan menjadi seorang trader adalah pilihan yang sama pentingnya ketika seseorang menentukan pilihan menjadi seorang dokter ataupun pengacara. Master trader, trader professional, atau ahli trading, bagaimanapun Kita menyebutnya, posisi tersebut juga merupakan posisi yang patut dihormati.

SALAM MASTER..!!!

SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA...!!!

Manajemen Psikolog

Sebagian besar mereka yang bertrading mengalami kendala bukan bagaimana mereka memprediksi pergerakan harga tapi bagaimana mereka mengendalikan diri mereka sendiri. Psikologi dalam bertrading forex adalah bagian tersulit dalam bertrading. Tanyakan pada mereka yang telah memulai real trading, entahkah para pemain baru atau pemain lama, “bagian apakah yang tersulit dalam bertrading?” kemungkinan sebagian besar jawaban yang anda terima adalah bagaimana menaklukkan diri mereka sendiri ketika bertrading. Bagaimanapun trading merupakan melibatkan manusia dan setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tiap-tiap dari antara kita memiliki sifat serakah, takut, ragu-ragu, dan sisi emosi yang kesemuanya itu mempengaruhi pola trading kita.
Seorang trader yang professional haruslah memiliki kemampuan untuk memanage mental serta emosi mereka demi kepentingan tradingnya. Mereka yang gagal di sini tidak akan dapat bertahan cukup lama dalam investasi forex. Dan kabar buruknya ini bukanlah perkara mudah. Ada yang cukup melakukan simulasi dalam pikiran mereka lalu mereka mampu menjaga pikiran dan emosi mereka tetap sehat dalam bertrading. Ada juga yang membutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk dapat memanage mental mereka. Lainnya bahkan ada yang tidak bisa melewatinya sama sekali (untuk yang dapat melewatinya, mohon maaf mungkin forex bukan investasi yang tepat bagi anda. Carilah investasi lain yang lebih low risk).

1. Serakah
Serakah adalah penyakit pertama bagi mereka yang telah memperoleh profit di forex. Semua orang mempunyai kecenderungan untuk menginginkan lebih ketika mereka memperoleh yang namanya uang. Coba bayangkan bagaimana melalui bermain forex, anda dapat memperoleh keuntungan sebesar 1 juta rupiah hanya dalam hitungan jam saja! Bukankah itu adalah sesuatu yang luar biasa? Jika dibandingkan dengan gaji seorang karyawan yang besarnya 2 juta rupiah sebulan, itu artinya mereka hanya memperoleh Rp. 100 ribu/hari dan itu pun setelah mereka bekerja selama 8 jam. Sementara anda dapat memperoleh 1 juta rupiah hanya dalam hitungan beberapa jam saja dikarenakan mata uang bergerak beberapa puluh poin karena kenaikan suku bunga. Bukankah itu luar biasa?
Para pemula yang pernah merasakan manisnya profit ini tentulah menginginkan yang lebih besar lagi. Kalau 100 juta dalam satu kali trading! Disinilah masalah keserakahan akan muncul. Menginginkan sesuatu yang lebih tanpa adanya pertimbangan logis dan perhitungan yang cermat seperti modal, kondisi market, dan resiko. Itulah yang dimaksud dengan serakah.
Mereka yang terjebak dengan sikap mental serakah mengira setelah mereka memenangkan 1 juta mereka yang pertama, mereka dapat mengulangnya saat itu juga tanpa memikirkan bagaimana kondisi harga saat itu. Dalam keadaan demikian biasanya pertimbangan dan analisa logis sudah dikesampingkan dan pikiran kita penuh dengan usaha bagaiman untuk memperoleh profit lainnya. Akibatnya adalah membuka posisi baru tanpa memahami bahwa saat itu mungkin saja analisa kita sudah bias ata harga tidak lagi bergerak karena trend sudah berlalu.
Beberapa kasus keserakahan yang pernah saya dengar dari para pemula adalah mereka yang sukses di 2 hari pertama mereka yang pertama dalam bertrading (berhasil mencapai return 50% selama 2 hari) dan di hari ketiga melakukan injection karena terjadi loss! Well, memang potensi keuntungan forex sangat besar. Kalau kita pandang dari koridor investasi, return sebesar 50% dalam 2 hari bukankah sesuatu yang sungguh ajaib? Itulah yang menarik dari forex. Bahkan seandainya si pemula tadi berhenti bertrading pada bulan itu dan membiarkan dalam satu bulan itu returnya hanya sebesar 50% maka itupun sudah sangat luar biasa. Bandingkan dengan bunga deposito yang hanya sanggup memberikan anda 10% pertahunnya. Sayangnya karena keserakahan dia kembali loss. Bukan kembali ke titik nol malah lebih darim itu menjadi minus.
Perlu dipahami di sini, tidak serakah bukan berarti anda membatasi profit. Tidak. Sah-sah saja anda memperoleh profit 1 juta lainnya setelah anda mendapatkan profit 1 juta yang pertama bial memang kondisinya memungkinkan. Artinya ada alasan anda untuk membuka posisi baru, misalnya karena muncul trend baru atau adanya berita fundamental yang mendukung. Sekali lagi serakah dalam forex terjadi apabila kita menginginkan lebih namun tidak memiliki dasar alasan yang kuat untuk memperolehnya. Lalu bagaimana caranya mencegah diri kita untuk tidak serakah ketika bertrading?
Ada beberapa nasihat sederhana untuk membantu anda tidak serakah ketika sedang bertading, yaitu:
Setia pada system trading anda. Ini sekaligus mengajarkan anda untuk disiplin. Jangan habiskan waktu berlama-lama di depan grafik forex anda. Ini akan menimbulkan keinginan untuk posisi baru.
Miliki pemahaman bahwa tidak semua pergerakan harga harus menghasilkan profit bagi anda.
Miliki target tertentu dalam trading harian atau mingguan. Jangan terlalu tinggi. Ketika sudah tercapai, tutup platform anda dan matikan computer, lalu pergilah tidur!
Solusi terakhir, berhentilah memikirkan profit anda ketika anda sedang bekerja, mau tidur, apalagi sedang ibadah.

Daftar solusi di atas bisa semakin panjang bila diteruskan. Namun intinya sama seperti pertanyaan bagaimana caranya untuk tidak menjadi seorang pemalas, jawabannya adalah jadilah orang yang rajin. Demikian juga inti dari poin ke-4 di atas adalah berhentilah untuk serakah. Cukupkanlah diri kita dengan profit yang ada. Bukankah akan lebih menyenangkan tidur setelah menutup posisi profit anda sebesar 30 poin dibandingkan dengan bertrading lagi dan posisi baru kita masih terfloating?

2. Balas Dendam
Mereka yang pernah terjebak dalam keserakahan ketiak mereka profit biasanya akan mengalami loss dalam trading-trading mereka yang berikutnya. Sampai di sini jikalau masih tidak mau „bertobat? juga maka biasanya akan berlanjut ke masalah psikologis yang berikutnya yang bernama balas dendam. Mereka yang terkena sindrom balas dendam terhadap market biasanya punya pemikiran begini, “apapun yang terjadi, yang penting saya balik modal dulu”
Alih-alih balik modal, yang terjadi berikutnya adalah loss yang lebih besar lagi. Mengapa? Penyebabnya mereka yang sudah terkena pemikiran balas dendam seperti ini lalu berpikir untuk mencapai BEP (titik impas) dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Akibatnya terjadi pembukaan posisi yang terkesan dipaksakan meskipun kondisi market tidak mendukung. Ujungnya ya apalagi kalau bukan loss?
Ingat bahwa bukan kita yang dapat mengatur market, tapi kita lah yang harus mengikuti pergerakan market. Market selalu menjadi sahabat yang sangat baik bagi yang mampu mengikuti pergerakannya. Sebaliknya, market menjadi musuh yang kejam ketika kita berseberangan dengan arah geraknya.
Lalu apa yang harus kita lakukan jika dalam bulan-bulan pertama kita bertrading terjadi loss? Yang jelas balas dendam bukan jawabannya. Hal yang terbaik yang dapat kita lakukan ketika kita mengalami loss adalah mereview ulang system trading dan segala kekurangan kita sendiri.
Apakah analisa kita masih tidak akurat? Atau apakah mental kita belum siap? Bahkan kalau kita masih menemukan banyaknya kendala sana sini ketika bertrading real account, jangan merasa malu untuk kembali de demo. Namun kembalilah dengan rencana yang jelas. Apa yang hendak kita lakukan di demo? Nah, ini yang harus dijawab.
Berikut tips-tips singkat yang mungkin membantu anda terhindar dari sindrom balas dendam terhadp market.
Tindakan pertama ketika loss: relakan dan pelajari dimana kekurangan kita.
Bersikap sabar ketika loss sama seperti tenang ketika profit.
Tunggu kesempatan terbaik untuk masuk kembali ke market. Harusnya jika ditrading pertama kita loss maka trading berikutnya lebih hati-hati lagi bukan malah balas dendam.
Jika loss anda cukup besar adalah bijak untuk berhenti bertrading sementara waktu sampai anda benar-benar pulih secara mental dan dapat bertrading kembali dengan kepala dingin.
Pikirkanlah: bukankah sudah sejak semula kita mengalokasikan dana forex ini sebagai risk capital? Artinya kalau pun benar-benar hilang kita sudah siap. Bersikaplah konsisten keputusan yang kita ambil.

3. Ragu-ragu/Takut
Kedua masalah psikologis ini berakibat sama : entry pada saat yang terlambat atau bahkan kehilangan kesempatan profit Benar Kita harus berhati-hati dalam trading kita. Namun bberhati-hati bukan berarti takut, Keduanya berakibat sama ketika anda mengambil posisi beli atau jual pada saat yang terlambat maka akibatnya harga dapat berbalik dari trend yang telah Kita prediksikan dan tentu saja rugi tarjadi. Untuk menjadi seorang yang berani namun tetap berhati-hati memang bukan perkara yang sederhana Yang anda butuhkan untuk dapat menjadi seperti itu adalah menguasai apa yang sedang Anda tradingkan.
Forex adalah seperti hutan belantara bagi kebanyakan orang. Namun bukan berarti Kita harus takut menghadapinya Terutama ketika Anda bertemu dengan pergerakan harga yang acap kali begitu liar tak terkendali. Jangan takut Hadapi dengan kemampuan analisa anda dan ingatlah bukankah Kita telah mempelajari begitu banyak analisa dan teknik penyelamatan terhadap dana yang Kita miliki untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi?
Kita dapat tetap melihat dan menjadi ragu untuk masuk membeli/ menjual GBPUSD atau sebaliknya mendulang profit dari sana Bahkan jikalau Kita pernah mengalami loss ketika bertrading tapi bukan berarti Kita menjadi takut. Satu-satunnya cara untuk lepas dari ketakutan Kita adalah mengenali bagaimana karakteristik pasar dan mampu memprediksi pergerakan market dengan benar. Semakin sering prediksi Anda valid maka akan semakin besar keberanian untuk melakukan aksi buy dan sell.
Beberapa situasi membutuhkan keberanian untuk mernbuka dan menutup posisi Misalnya pada saat news berita fundamental terjadi dan harga bergerak dengan cepat Disaat seperti itu Kita dituntut untuk benar-benar sigap dan masuk atau keluar tanpa ragu-ragu (kadang saat seperti ini bisa benar-benar stressful bagi Kita). Berikut tips-tips Sederhana untuk mengalahkan ketakutan Anda :
Ketakutan terjadi jika Kita benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap harga. Pertajam analisa anda
Berpikirlah sederhana. Terkadang kesederhanaan itu justru berguna. Jangan over analysis.
Jangan sesali apa yang telah terjadi. Bahkan jikalau karena keputusan yang Anda ambil Terjadi kerugian. Pelajari dimana sehingga terjadi loss lalu benahi dan mulai lagi.
Jangan terlalu sering melihat chart jika Anda tidak mampu mengendalikan diri anda Ketakutan akan semakin besar apabila posisi Kita negatif dan terus menerus melihatnya,
lngat selalu unfuk memasang Stop loss.
Sebelum bahasan ini diakhiri, rasanya perlu juga disampaikan untuk Anda mengatasi ketakutan Anda dalam menggunakan sebuah platform forex Maksudnya bertindaklah-hati-hati dan tidak grogi ketika Kita bertrading. Banyak kejadian dialami pemula ketika dia bermain forex salah satunya adalah salah klik ketika bertrading. Nah jangan sampai ini juga terjadi pada Anda Kasus yang sering muncul adalah kesalahan mengklik tombol Buy atau Sell. Ada yang tadinya hendak membuka Buy malah terpencet tombol Sell dan juga sebaliknya. Dan juga memilih lot yang ingin digunakan, maksudnya ingin memilih 0.0i lot tapi yang diklik 0.1 lot, atau sering terjadi juga inginnya order GBPUSD tapi yang diklik GBPJPY. Ingat ini sering terjadi jika anda ceroboh. Akibatnya ya loss dan berantakan. Ini mungkin saja terjadi dikarenakan begltu groginya si hader menghadapi pergerakan pasar.

4. Feeling Strategi
Percaya atau tidak ada beberapa orang yang percaya bahwa dengan membuka account mereka pada tanggal tertentu mereka akan mendapatkan profit sepanjang trading mereka! Bahkan dalam bertrading masih ada yang beranggapan hari ini adalah hari baik dalam trading dan hari itu bukan hari baik. bukan berarti kita tidak percaya akan nilai-nilai rohani, namun dalam bertrading Anda tidak bisa memutuskan berhading atau tidak bertrading hanya karena hari ini adalah Jumat ke 13. Jika tidak ada alasan logis yang menyebabkan Kita bertindak dalam tading maka kita golongkan sebagai yang namanya feeling. Entah apa pun judulnya, hari baik, bermimpi gafik forex Anda naik, membuka posisi hanya karena grafik sepertinya mau naik atau hal-hal lainnya yang tidak memiliki alasan logis didalamnya kita anggap saja asal- asalan.
Pasar forex sudah penuh dengan berbagai sentimen pasar, rumor dan persoalan psikologis dari para pelakunya Nah, saran Saya jangan tambahkan dengan satu persoalan lain yang dinamakan feeling. Ini akan membuat segala sesuatunya terlihat lebih ruwet dan moody. Ini hanya akan membuat frading Kita menjadi tidak lagi teratur dan tidak memiliki sistem yang jelas. Semuanya berdasarkan feeling. Kita tidak menentang Sama sekali apa yang dinamakan naluri atau intuisi seorang trader.
Kadangkala seorang trader kawakan mampu membuka sebuatr posisi Buy atau Sell hanya beberapa detik setelah dia melihat pergerakan mata uang. Dan seringkali posisinya sesuai dengan arah market Tapi semua itu lahir dari pengalaman dan jam terbangnya yang telah panjang di dalam dunia forex. Kebiasaan melihat pergerakan grafik selama bertahun-tahun membuat seorang trader profesional dapat saja menentukan kemana harga akan bergerak dengan cepat bahkan sebelum dia melihat berita atau indikator teknikal lainnya ini disebabkan pada alam bawahsadarnya telah terbentuk pola trading yang dilakukan selama ini. Dan itu muncul ketika si trader melihat grafik forexnya. Nah itu dinamakan intuisi. Intuisi lahir dari pengalaman dan jam terbang yang panjang selama bertahun-tahun. Kalau sudah sampai di titik seperti ini sah-sah saja. Bahkan ada seorang trader yang mampu bertrading dan profit secara konsisten setiap bulannya bahkan tanpa menggunakan satu indikator sama sekalipun!
Namun mereka yang tidak memiliki jam terbang cukup belum dapat menggunakan intuisinya dengan baik dalam berhading. Akibakrya ya itu, Hanya feeling-feeling so good yang tentunya berakhir pada berantakkannya pola trading si pemula forex dan sistem yang telah dibangunnya selama ini. Alhasil, kerugian pun terjadi.
Jika Anda adalah seorang pemula dalam trading Anda, saran yang bisa diberikan adalah jauhkan perasaan Anda dalam bertading. Bahkan ketika profit atau loss terjadi, berusahalah untuk menjauhkan semua perasaan yang ada. Memang tidak mudah namun rasanya itu akan sangat membantu Kita untuk berpikir jemih dan tepat sasaran.
Saran lainnya yang juga rasanya baik adalah jangan bertrading ketika suasana hati Kita sedang kacau. Biasanya pada kondisi seperti ini kesabaran dan ketenangan Kita sedang tidak maksimal sehingga banyak kesalahan terjadi. Kalau dirumah sedang ada persoalan rumah tangga dan itu membuat Anda pusing tujuh keliling tinggalkan platform forex Anda dan tunggulah hingga suasana hati Anda tenang kembali. Jangan lampiaskan kekesalan Anda pada pasar forex Bisa jadi kalau loss malah

Manajemen Resiko

Sebuah Investasi, apapun Jenisnya pasti memiliki resiko selain juga profit yang diharapkan, Resiko ini berupa kehilangan sebagian atau seluruh dana yang kita investasikan, entah dalam waktu lama atau bahkan juga dalam waktu singkat.
Ada sebuah hukum yang berlaku secara umum dalam dunia investasi ; sebuah investasi yang menjanjikan return besar, maka investasi tersebut memiliki resiko yang sama besarnya dengan return yang dijanjikan. Sebaliknya jika anda mencari investasi dengan resiko kecil, biasanya return yang ditawarkan juga kecil.
Hal ini perlu dipahami mengingat tidak semu orang memiliki profil investasi yang sama. Ada orang-orang yang bertipe Risk Lover dengan alasan return yang dijanjikan juga besar. Sebaliknya, ada juga yang lebih mengutamakan keamanan dananya dan mencari investasi dengan resiko seminimal mungkin dengan konsekuensi return yang dihasilkan juga kecil. Orang-orang seperti ini biasa disebut risk Averter. Tidak ada yang lebih baik satu sama lainnya.Itu kembali kepada karakter pribadi masing-masing investtor.
Beberapa contoh investasi yang memiliki resiko kecil dipasar finansial diantaranya deposito, reksadana terproteksi, Surat Utang negara, dan Tabungan. yang bersifat high risk diantaranya adalah saham dan produk bursa berjangka.
Berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kita kursus untuk memperkecil, atau bahkan membalikan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. berikut beberapa kiat dan management resiko yang bisa anda ambil :

Terdapat tiga (3) teknik dalam mengatasi resiko, yaitu:

1. Cut and Switch
Suatu cara yang sangat efektif untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul akibat keslahan transaksi, terutama bila harga menunjukkan arah pergerakan yang jelas.
Cara melakukan cut and switch:
Bila kesimpulan analisa adalah trend up dan keputusan OB (Open Buy) namun harga kembali turun dengan analisa (news and chart) sangat mendukung sehingga menimbulkan keyakinan perkembangan harga akan turun terus, maka dilakukan tindakan cut dengan melikuidasi OB sekaligus melakukan switch posisi dari buyer menjadi seller dengan OS (Open Sell).

2. Stradle/Hedging
Keuntungan : efisiensi dalam penggunaan modal
Kerugian : tidak efisien dalam penggunaan waktu
Cara melakukan Straddle:
Jika kesimpulan analisa trend up/demand period dan keputusan yang diambil adalah OB (Open Buy) namun pergerakan harga turun sehingga menimbulkan keraguan dalam pengambilan keputusan, maka tindakan yang diambil dalam straddle adalah dengan membuka OS (Open Sell). Kemudian ditunggu sampai terjadi pembalikan harga (reversal/koreksi), lalu posisi dilikuidasi satu persatu dari posisi yang sudah mempunyai keuntungan terlebih dahulu. Atau apabila kita dalam keadaan ragu-ragu dalam mengambil keputusan (dalam kondisi pasar yang tidak menentu), posisi straddle dapat digunakan untuk mengunci posisi agar kerugian tidak bertambah banyak.

3. Multiple/Covering Position
Adalah suatu cara mengatasi kesalahan yang bertujuan untuk mengunci kerugian dan sekaligus mengurangi tingkat kerugian. Bahkan sekaligus dapat menutupi kerugian tersebut. Caranya segera membuka kontrak baru yang berlawanan dari kontrak semula, dimana jumlah posisi atau jumlah lot lebih banyak. Selanjutnya semua open position tersebut dapat dilikuidasai secara serempak.

4. Averaging
Suatu strategi yang membutuhkan keberanian dan modal yang besar karena dalam strategi ini, seorang trader akan tetap mempertahankan prediksinya sesuai dengan analisa dan akan melakukan double posisi dalam jumlah transaksi ketika harga bergerak berlawanan dengan arah posisi/prediksi kita.?

Manajemen Modal

Jika Forex sebuah bisnis, maka money management merupakan factor yang menentukan apakah bisnis yang akan anda jalani adalah bisnis kelas “warung” atau bisnis “professional” yang juga dijalankan oleh seorang professional. Jangan bertrading forex dengan model pemilik warung kelontong, tapi jalankan dengan model sebuah supermarket. Dan factor penentu hal ini dalam forex adalah apa yang disebut dengan money management ini. Tanpa money management, mungkin anda akan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka panjang.
Money management dalam forex kurang lebih adalah sekumpulan rule yang terintegrasi dalam sebuah trading system mengenai bagaimana anda mengontrol keuangan anda selama bertrading. Tentu saja hal ini mutlak anda miliki. Praktisnya, money management menyangkut hal-hal berikut ini.
  1. Initial Margin dan Margin Added (bila ada)
  2. Besar resiko pertransaksi yang tersedia anda tanggung.
  3. Maximum Drawdown.
  4. Risk to Reward Ratio
1. Initial Margin & Margin Added
Initial Margin adalah modal awal yang hendak anda setorkan pada pialang atau broker untuk bertrading, sedangkan margin added adalah modal tambahan yang mungkin anda tambahkan untuk anda bertrading/mempertahankan posisi yang terfloating bila ada di kemudian hari. Dengan dana yang cukup, anda memiliki sedikit kebebasan untuk melakukan maneuver-manuver dalam trading anda dan mengurangi beban psikologis karena terbatasnya modal.
Perihal margin added, beberapa orang lebih menyukai untuk menyetorkan initial margin mereka dengan jumlah secukupnya dengan alasan bahwa jika di kemudian hari account mereka terancam margin call maka mereka dapat menambahkan dana (injection) guna menahannya. Ya boleh-boleh saja. Hanya dalam hal ini beberapa factor yang perlu anda perhatikan.
Waktu antara penyetoran hingga dana efektif masuk ke account anda biasanya 1 hingga 2 hari. Pertimbangkan dengan masak jangan sampai margin call terjadi dalam 2 hari ke depan. Jadi, lakukan injection jauh-jauh hari untuk amannya.
Bagi yang gemar injection, anda harus tahu sampai batas mana anda hendak berhenti melakukan injection. Ini untuk mencegah terjadinya kerugian yang tak terkendali. Pertimbangkan juga biaya transfer antarbank luar negeri yang besarnya kadang bisa mencapai 30 dollar. Ya lumayanlah biayanya.
Apakah setidaknya kemungkinan profit dapat tercapai apabila anda melakukan injection?

2. Besarnya Resiko per Trade yang bersedia anda tanggung
Resiko pertrade artinya apabila sekali anda membuka posisi, berapa besar batasan loss yang mau anda tanggung jika seandainya posisi kita berlawanan dengan market? Kelak hal ini akan berkaitan dengan bagaimana anda membangun sebuah trading system. Kendala yang dihadapi pemula adalah seringkali tidak bersedia mengatakan bahwa kita keliru dan menutup posisi kita yang loss (cut loss). Maksud dari poin ini adalah stop loss itu penting. Dan itu merupakan bagian dari money management. Tanpa itu, maka trading kita seperti sebuah kendaraan tanpa rem.

3. Maximum Drawdown
Yang dimaksud dengan maximum maximum drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang mungkin terjadi dalam trading anda. Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan: katakanlah kita memiliki sebuah trading system yang mampu memberikan akurasi profit 70% dalam tiap bulannya. Artinya yang kita miliki adalah 70% dan sisanya 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi maka 70 kali posisi yang kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi. Lumayan bagus bukan?
Tetapi itu saja tidak cukup. Money management menentukan di sini. Bagaimana apabila kita mengalami loss yang 30 kali itu secara berturut-turut? Jadi, dari trade pertama hingga trade ke-30 kita mengalami loss da barulah trade ke-31 hingga ke-100 profit kita peroleh. Nah, masalahnya apakah dana yang tersisa setelah trade ke-30 masih mencukupi untuk bertransaksi di trade ke-31 dan seterusnya? Inilah yang dimaksud dengan drawdown. Berapa besarnya drawdown maksimun yang mungkin terjadi? Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara, yaitu:
Solusi 1 : Memperbaiki system trading anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30, misalnya menjadi 90:10.
Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi ini jelas tidak mudah. Memiliki system yang mampu memprediksi 90% pergerakan harga dengan akurat tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat kalau tidak mau kita katakana bertahun-tahun. Ya ini memang solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit.
Solusi 2 : Memperbesar modal.
Hal ini masih lebih mungkin dibandingkan dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka kita memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam tiap kali transaksi. Namun kendala di sini adalah apabila dana yang kita miliki terbatas. Dalam keadaan ini kita harus kembali ke solusi pertama atau solusi ketiga di bawah ini.
Solusi 3 : Memperkecil loss per transaksi
Nah, ini solusi sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya kita menggunakan katakanlah 10% dari dana kita untuk bertransaksi, yaitu untuk menentukan besarnya Stop Loss maka kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini maksudnya, apabila anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya Stop Loss anda besarnya 100 poin (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila menggunakan 5%, maka Stop Loss anda besarnya 50 poin.
Mari kita lihat contoh kasus berikut ini. katakanlah kita menggunakan modal sebesar $1000 dan hanya membuka posisi sebanyak 1 lot setiap transaksinya. Mari kita lihat bagaimana perbandingannya apabila kita mengalami drawdown sebanyak 30 kali.?
Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, dana yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal, maka tersisa hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$. Berbeda lima kali lipat! Dengan sisa dana $47, apa yang bisa kita lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa. Hanya injection yang bisa. Tapi, kabar baiknya anda masih bisa trading di broker yang kita rekomendasikan.
Dengan demikian maka kesimpulannya semakin kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading kita jadinya. Namun tentu saja ada kendala-kendala yang perlu anda lalui untuk dapat mencapai persentase kecil seperti itu. Diantaranya sanggupkah anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari biasanya? Nah, ini perlu dipertimbangkan lagi. Lalu berapa persentase terbaik?
Beberapa trader professional mengatakan besaran terbaik adalah di bawah 2%! Jadi, 5% masih terlalu besas sesunggunya. Dengan 2% apabila anda memiliki modal sebesar $1000, maka Stop Loss anda bergeser menjadi 20 poin saja. Sangat kecil bagi seorang swing trader. Tapi itu, adalah persentase yang benar. Artinya bila anda hendak bermain swing maka gunakan dana yang lebih besar. Ingat, modal tidak bisa dibohongi.

4. Risk to Reward Ratio
Risk to reward ratio merupakan perbandingan antara resiko yang anda ambil dengan keuntungan yang diperoleh setiap kali membuka posisi. Dalam prakteknya nanti ini akan diterjemahkan berapa point besar Stop Loss dan Limit yang anda gunakan setiap kali posisi diambil. Para trader pemula acap kali menentukan besarnya limit mereka, namun sama sekali tidak menggunakan Stop Loss. Alasannya kalau menggunakan Stop Loss dan targer profit, lebih seringnya Stop Loss-nya yang tersentuh sehingga sering rugi. Jadi, akhirnya kebanyakan pemula bertrading dengan menggunakan target profit namun melupakan Stop Loss mereka.
Namun, dari sisi risk to reward ratio, hal ini benar-benar membahayakan sang trader sendiri. Katakanlah target profit yang diambilnya adalah sebanyak 30 poin. Dengan tidak memasang Stop Loss maka perbandingan keuntungan dan resiko menjadi 30: ~ alias 30 berbanding tak terhingga. Ini dikarenakan apabila resiko benar-benar terealisasi maka itu artinya seluruh dana anda habis dikarenakan batasan resiko itu sendiri adalah margin call.
Dengan demikian adalah penting untuk mengatur Risk to Reward Ratio anda dengan benar. Jadi, lupakan bertrading tanpa adanya Stop Loss! Jika dalam trading anda Stop Loss anda acap kali tersentuh, maka mungkin memang anda perlu mengatur ulang system trading dan penentuan Stop Loss serta limit anda. Intinya, jangan salahkan keberadaan Stop Loss apabila posisi anda terlikuidasi karenanya. Keberadaan Stop Loss disini adalah untuk membatasi kerugian anda dan bukan untuk membangkrutkan anda.

Analisa Fundamental Forex

A. Definisi Analisa Fundamental
Kata kunci dari analisa ini ada pada dua kata, yaitu demand dan supply. Pada dasarnya pelaku pasar adalah manusia. Dengan mengukur lebih banyak mereka yang melakukan aksi beli (demand) atau sebaliknya aksi jual (supply), maka kita kita dapat mengetahui kemana harga akan bergerak. Pendeknya bila demand bertambah sementara supply tetap maka seperti layaknya harga akan segera merangkak naik. Demikian juga sebaliknya ketika supply (penawaran) yang bertambah tetapi demand tetap maka harga akan mulai turun dikarenakan barang banyak beredar di pasaran. Dua hal inilah yang coba diketahui oleh analisa fundamental.
Nah berhubungan dengan semua itu dilakukan oleh para pelaku pasar maka seperti layaknya psikologi massa, hal itupun berlaku dalam dunia forex. Ketika muncul berita-berita ekonomi misalnya yang melaporkan bahwa mata uang negara cenderung akan melemah maka analisa fundamental bertugas untuk menganalisa berita yang akan akan muncul lalu jikalau berita tersebut muncul bagaimana kaitannya dengan reaksi pasar. Kadangkala dikarenakan pasar juga seringkali digerakkan oleh emosi sesaat, tanpa berita ekonomi apapun seringkali terjadi aksi kenaikan atau penurunan harga mata uang. Biasanya ini disebabkan oleh pergeseran demand supply karena adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan aksi pembelian atau penjualan dalam jumlah besar.

B. Jenis-Jenis Berita Fundamental
Dalam analisa fundamental sarana yang berperan adalah berita. Sebagian besar berita fundamental yang berperan dalam menentukan naik turunnya nilai mata uang adalah berita ekonomi. Informasi-informasi seperti tingkat pengangguran, index kepercayaan konsumen dan produsen atau berita-berita sejenis lainnya menentukan apakah sebuah mata uang akan menguat atau justru melemah terhadap pasangan mata uang lainnya.
Sebagian besar berita tersebut bermuara pada naik turunnya inflasi dalam sebuah negara. Dalam keadaan dimana inflasi mulai berjalan kea rah naik maka biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga. Kenaikan suku bunga dalam sebuah negara biasanya akan diikuti kenaikan sementara (namun besar) pada mata uangnya. Secara logika hal ini bisa disebabkan karena sector perbankan juga turut menaikkan suku bunganya termasuk suku bunga tabungan dan deposito. Hal ini memicu semakin banyaknya dana yang dihimpun di bank sehingga uang yang beredar di pasaran akan berkurang. Sesuai hukum demand supply ketika supply berkurang maka harga barang pun akan meningkat. Bahkan jikalau bank-bank di negara yang bersangkutan pun tidak ikut menyesuaikan dengan tingkat suku bunga yang ada psikologi dan pandangan para trader tetaplah demikian. Akibatnya mereka pun segera melakukan aksi buy yang akan menyebabkan demand bertambah. Hal ini menjadi semacam self-prophecy (penggenapan terhadap apa yang diyakinkan oleh dirinya sendiri) akan apa yang market percayai.
Dalam trading forex, naik turunnya suku bunga merupakan keputusan akhir dimana sebelumnya di awali oleh data-data infasi di itngkat konsumen dan produsen. Berita-berita ini pun sudah akan lebih dulu mempengaruhi pergerakan mata uang sehingga adnda tidak boleh mengganggap hanya berita kenaikan suku bungalah yang penting.
Ada puluhan berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar ke depannya. Ada berita fundamental yang penting untuk diperhatikan ada juga berita fundamental yang tidak perlu sama sekali dikarenakan berbagai factor. Dalam hal ini memang adalah penting untuk meilah-milah berita fundamental yang penting dan tidak penting. Itu akan kita pelajari pada bahasan selanjutnya yang berjudul “menyaring berita fundamental”.

C. Variabel Ekonomi yang Signifikan
1. Gross Domestic Bruto
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari empat komponen utama, yaitu tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam tiga rilis, yaitu advanced – rilis pertama, preliminary – revisi pertama, dan final – revisi kedua. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

2. Tingkat Inflasi Suku Bunga
Pada dasarnya orang melakukan investasi adalah mengharapkan timbal balik hasil yang besar. Oleh karena itulah tingkat suku bunga bank sentral akan mempengaruhi ketertarikan investor terhadap produk investasi.

3. Tingkat Pengangguran
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan berhubungan dengan politik), unemployment rata relative kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian.

4. Neraca Berjalan dan Neraca Dagang
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor) dan angka negative menunjukkan deficit (impor melebihi ekspor).
Curret Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade balance atau current account dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.

D. Indicator Ekonomi AS paling sensitive sebagai penggerak harga
Meski kebanyakan pelaku pasar valuta asing bertransaksi menggunakan analisa teknikal, namun diperkirakan ada sekitar 25% dari para dealer yang melakukan transaksi berdasarkan analisa fundamental sementara yang murni menggunakan analisa teknikal sekitar 30%. Dari apa yang kami pelajari beberapa tahun ini, analisa fundamental kian meningkatkan peranannya sebagai penggerak harga utama dan harga berdasarkan analisa kami kebanyakan gerakan signifikan dollar (semisal terhadap euro) terjadi pada 20 menit pertama suatu data fundamental dirilis.
Secara relative efek yang ditimbulkan dari tiap data juga mengalami perubahan. Di tahun 1992, neraca dagang (trade balance) AS merupakan penggerak harga (market mover) nomor satu sementara data ketenagakerjaan non pertanian (nonfarm payroll dan data pengangguran) menduduki urutan ketiga. Di tahun 2004, kedua indicator ini bertukar tempat dimana data payroll memainkan peranan utama sebagai penggerak harga untuk dollar dan data trade balance turun di peringkat ketiga. Dari peristiwa ini diketahui bahwa harga pasar mengalihkan fokusnya pada data sector ekonomi yang berbeda sesuai dengan isu yang tengah terjadi –sebagai contoh data neraca dagang dipandang sangat penting ketika perekonomian suatu negara tengah berada dalam status defisit. Hal yang sama terjadi di saat perekonomian dianggap lemah dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan maka data payroll serta pengangguran dianggap sangat penting untuk diketahui.
Berdasarkan riset dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) pada tahun 1999, peringkat sensitifitas dari data ekonomi AS diurutkan sebagai berikut.
Tahun 1997
1. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tingkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja)
2. Isu suku bunga
3. Inflasi
4. Trade Balance (neraca dagang)
5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)
Tahun 1992
1. Trade Balance (neraca dagang)
2. Isu suku bunga
3. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tengkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja)
4. Inflasi
5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)
Di peringkat berdasarkan reaksi tercepat ketika dirilis
Sebagaimana yang terlihat pada table di bawah ini, data nonfarm payroll merupakan penggerak harga paling signifikan yang mampu menggerakkan harga rata-rata 124 pip dalam 20 menit pertama setelah data itu dirilis dan memperlebar range sebesar 192 pip dalam perdagangan hari itu. Isu seputar suku bunga menduduki peringkat kedua. Sementara data seperti aliran modal masuk internasional dari Depkeu AS biasanya memberi bias 33 pip dalam 20 menit pertama dan mampu memperlebar kisaran hari itu hingga 132 pip?

Analisa Teknikal Forex

Pengertian Analisa Teknikal
Analisa teknikal adalah salah satu analisa untuk mengevaluasi pergerakan suatu harga. Pergerakan harga yang terjadi pada periode yang lalu menjadi dasar analisa pergerakan harga di periode yang akan datang. Ada tiga prinsip dasar di dalam mempelajari analisa teknikal.

Pergerakan harga yang telah terjadi merupakan gambaran kejadian secara keseluruhan. Kejadian yang telah terjadi yang mampu menggerakan pasar tersebut dikarenakan adanya factor ekonomi, fundamental politik termasuk kejadian-kejadian yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Analisa teknikal juga menggambarkan factor psikologis para pelaku pasar, sehingga kecenderungan harga yang terbentuk dari factor tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Untuk menggambarkan pergerakan trend harga, pola harga, kita menggunakan chart sebagai alatnya.
Beberapa jenis chart yang sering dipergunakan untuk analisa adalah:
TIPE-TIPE CHART :
A. Line Chart
Line chart merupakan jenis chart yang paling sederhana.?
linechart

B. Bar Charts
Bar chart dapat digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga dalam dua cara:
H L C (High, Low, Close)
O H L C (Open, High, Low, Close)
barchart

PENTING :
Open merupakan harga pembukaan pada saat pasar dibuka pertama kali. Harga pembukaan merupakan acuan untuk pergerakan harga berikutnya. Setelah penutupan harga pada periode sebelumnya. Harga pembukaan didasarkan atas besarnya penawaran dan permintaan di pasar yang terjadi pada saat ini. Harga pembukaan ini menjadi acuan kemana arah pergerakan harga saat ini.

C. Candle Chart

Candle stik mempunyai metode yang sama dengan Bar Chart, penggambaran pergerakan harga didasarkan atas HLC (High, Low, Close)
chandelchart1


Price moving in trend:
Harga akan selalu bergerak mengikuti arah trend. Di dalam analisa teknikal ada tiga TREND dasar yaitu:
a. Up Trend (Bullish)
Up trend merupakan trend naik, dimana harga tertinggi yang baru cenderung lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya.

uptrend

b. Sideways (Konsolidasi)
Sideways merupakan harga yang mempunyai kecenderungan bergerak dalam satu range band/hanya bergelombang tanpa trend naik ataupun turun. Biasanya harga ini dikenal sebagai arah wait dan see. Artinya harga yang akan menunggu terjadi harga reversal/pembalikan ataupun kontinuitas harga.

sideways

c. Down Trend (Bearish)
Down trend merupakan kebalikan dari up trend, dimana harga cenderung membentuk harga terendah yang baru dari harga tertinggi pada periode sebelumnya

downtrend

CATATAN PENTING :
GUNAKAN CANDLE CHART untuk memudahkan anda membaca pergerakan harga, LIHATLAH dalam layar monitor, apakah yang sedang terjadi, bila pergerakan harga sedang TREND ( naik / turun ), maka anda dapat melakukan order ( BUY / SELL ), namun bila sedang terjadi SIDEWAYS ( bergelombang ) sebaiknya anda menunggu trend yang akan terjadi terlebih dahulu…
MEMBACA KECENDERUNGAN HARGA ( akan naik atau turun )
Didalam menganalisa pergerakan harga, ada beberapa hal yang harus dipahami yang merupakan dasar dari analisa teknikal.
Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu:
a. Pola Consolidation ( Melanjutkan trend / berkelanjutan )
Bentuk pola Continuation biasanya terbentuk saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga dalam Trend., SEHINGGA arah pergerakan harga akan melanjutkan pergerakan harga semula.
b. Pola Reversal ( Pembalikan Arah )
Bentuk pola yang biasanya akan mengarah pada pembalikan harga dari harga yang terjadi sebelumnya, Jika pergerakan harga semula turun, akan berbalik arah menjadi naik, begitu juga sebaliknya.
PERHATIKAN :
Kapan akan terjadi CONSOLIDATION dan kapan terjadi RESERVAL.
A. POLA KONSOLIDASI / BERKELANJUTAN :
1. TREND LINES
Hampir semua jenis grafik bertujuan untuk mencari kecenderungan harga pasar dalam periode tertentu. Berdasarkan periode waktu, Trend dapat dibedakan menjadi tiga macam:
a) Jangka Panjang (MAJOR TREND)
Yang merupakan Trend Major ( jangka panjang ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Monthly ( MN )
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Bulanan/tahunan.
b) Jangka Menengah (MEDIUM TREND)
Yang merupakan Trend Medium ( jangka Menengah ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Weekly ( W1 ),Daily ( D1 ),
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Mingguan
c) Jangka Pendek (MINOR TREND)
Yang merupakan Trend Minor ( jangka pendek ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: 4 jam, 1 jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 1 menit.
Biasa digunakan bagi mereka yang trading Harian.
Caranya :
Anda dapat mencobanya dengan KLIK : M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan MN di toolbar layar Metatrader.
ANALISA:
Saat terjadi TREND ( naik / turun ) inilah saat yang tepat untuk melakukan order BUY / SELL

2. SUPPORT DAN RESSISTANCE LEVEL
Teknik yang paling sering terdengar dalam analisa teknikal adalah Support dan Ressistance level. Harga ini merupakan analogi dari kesepakatan harga antara pembeli dan penjual, atau dengan kata lain adanya permintaan dan penawaran. Support merupakan tingkat harga dimana terdapat permintaan yang cukup untuk menahan penurunan harga yang lebih rendah. Di level ini para pembeli lebih tinggi dari pada penjual. Sedangkan Ressistance merupakan tingkat harga dimana penawaran yang cukup untuk menahan pergerakan peningkatan harga yang lebih tinggi. Pada level ini penjual lebih tinggi dari pada pembeli, sehingga terjadinya peningkatan harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya tidak akan terjadi.
Caranya ; Buatlah garis-garis horizontal sperti diatas ( klik: Garis Hirizontal di Tool Bar ), arahkan pada layar, lihat pergerakan harga sebelumnya, dan letakkan (klik) pada titik support (titik dimana saatnya order BUY) dan pada titik ressistance (titik dimana saatnya order SELL)
Perhatikan Gambar Berikut :
ANALISA :
Anda order BUY pada titik SUPPORT.
Anda order SELL pada titik RESISSTANCE

3. RETRACEMENT
Retracement/ koreksi selalu terjadi dalam pergerakan harga. Di forex trading, harga hanya bergerak naik atan turun. Artinya bila harga telah over ( menembus titik ter-atas atau ter bawah ) maka pasti akan terjadi KOREKSI dan harga dapat berbalik arah. Retracement seringkali merupakan jarak antara harga tertinggi dengan harga terendah dalam posisi konsolidasi. Nilai konstanta Retracement adalah: 74,6 %, 61,8%, 50 %, 38,2%, 23,6%.
Caranya :
Gunakan Fibo ( Fibonanci ) di Tool Bar layar atas, klik : Fibo, arahkan dari titik tertinggi grafik, ke titik terendah grafik ( pergerakan harga).
ANALISA :
Bila Harga yang bergerak sekarang, masih berada di bawah 50 %, maka kecenderungan masih akan terjadi penurunan, sehingga anda order SELL. Bila harga yang bergerak masih berada diatas 50% kecenderungan harga masih akan naik, maka order BUY.
Garis 50% disebut PIVOT ( PV )

4. PATTERN
Pattern merupakan gambaran atau pola dari bentukan harga di masa lalu. Berdasarkan asumsi bahwa berbagai peristiwa mengikuti pola kejadian masa lalu.

1) Pola Segitiga (Triangle)

triangle

2) Pola Bendera

bendera

3) Berlian (Diamond)
diamond
Bentuk pola Consolidation lebih sering terjadi dibandingkan dengan pola Reversal. Berdasarkan harga tertinggi dan harga terendah dalam suatu pola Consolidations, maka dapat dihitung jarak kenaikan atau penurunan harga (PRICE OBJECTIVE)
ANALISA :
1. Perhatikan Trend sebelum pola Consolidation terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Consolidations adalah cenderung melanjutkan Trend yang terjadi sebelumnya.
2. Buatlah garis Bantu (Support dan Resistance Lines), karena pola juga merupakan hasil bentukan garis bantu, maka cara analisa Support dan Resistance dapat digunakan dalam kasus ini.
3 Bila pola-pola diatas terjadi, maka lihatlah TREND HARGA yang terjadi sebelum pola tersebut terbentuk, bila sebelumnya terjadi TREN UP ( naik ) maka kecenderungan harga masih akan melanjutkan TREND seperti pada saat terbentuk pola seperti diatas.

5. GAP

GAP atau lompatan harga terjadi karena permintaan/Demand dengan penawaran/Supply mengalami ketidakseimbangan yang besar. GAP hanya bisa diamati pada BAR chart ataupun dengan CANDLESTICK chart.
Cara analisa GAP:
6. OVER
Over atau kondisi dalam pererakan harga merupakan awal dari suatu pola, baik Consolidation Pattern maupun Reversal Pattern. Pada keadaan Over maka kondisi harga agak sulit diperhitungkan. Cara analisa kondisi Over menggunkan indikator seperti RSI, STOCKHASTIC SLOW, MACD, dan lain-lain. Suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan beli disebut sebagai OVER BOUGHT, sedangkan suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan jual disebut sebagai OVER SOLD.
ANALISA :
Melihat tingkat kejenuhan harga di dalam indicator menggunakan nilai parameter.
Harga mencapai nilai diatas 80 menunjukkan tingkat kejenuhan beli atau OVER BOUGHT.
Harga mencapai nilai dibawah 20 menunjukkan tingkat kejenuhan jual atau OVER SOLD.
OVER BOUGHT maupun OVER SOLD bukanlah saat untuk pengambilan posisi, melainkan sinyal wait and see ( tunggu dulu ), jangan oreder BUY atau SELL.

7. PRICE OBJECTIVE
Price Objective atau sasaran nilai harga setelah harga menembus garis/break line (Support/Resistance). Price Objective juga merupakan jarak antara sewaktu harga menembus/break line sampai nilai harga akhir perjalanan Trend (OBJECTIVE).
ANALISA :
Tunggu….jangan order dulu..


B. POLA PRUBAHAN ARAH (REVERSAL PATTERN)
Pola Reversal merupakan akhir dan juga awal perjalanan Trend. Bentuk pola Reversal adalah :
1. Dua puncak atas / double TOP
2. Dua tunjang Bawah / double bottom
3. Paku Tajam (V-SPIKE)
4. Head
4. Head and Shoulders
ANALISA pola Reversal:
1. Perhatikan Trend sebelum pola Reversal terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Reversal adalah berganti arah Trend dari sebelumnya (BERBALIK ARAH )
2. Buatlah garis Bantu (Support dan Ressistane Lines), karena pola ini juga merupakan hasil bentukan garis Bantu, maka cara analisa Support dan Ressistance dapat digunakan dalam kasus ini.
3. Anda dapat melihat pola reserval ini dengan menggunakan LINE CHART.

Dasar Forex

FOREX atau yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas) adalah perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (mulai dari hari Senin jam 5 pagi sampai dengan hari Sabtu Pk.5 pagi WIB/GMT+7)
Berdasarkan survey BIS (Bank International for Settlement/Bank Sentral Dunia). Yang dilakukan pada akhir tahun 2004. nilai transaksi pasar forex mencapai lebih dari USD$1,4 Trilyun per harinya. Dan di tahun 2006, nilai transaksi pasar forex telah melebihi USD$2 Triliun per harinya.Sehingga dapat anda simpulkan bahwa perdagangan forex adalah sangat bagus.Forex juga sangat sulit untuk dapat dipermainkan pergerakan harganya oleh kalangan tertentu karena perputaranya yang sangat besar tersebut.
Forex Trading adalah memperjualkan-belikan mata uang yang satu terhadap mata uang yang lainnya. Dan biasanya menggunakan mata uang yang umum di dunia seperti USD, JPY, GBR, EUR, CHF, AUD dan lain -lain
Contoh:
- BUY GBP/USD yang artinya membeli mata uang poundsterling dan menjual mata uang USDollar
- BUY AUD/USD yang artinya membeli mata uang dolar Australia dan menjual mata uang US Dolar
- SELL GBP/JPY yang artinya menjual mata uang poudsterling dan membeli mata uang Jepang Yen
Pergerakan kurs mata uang di Forex dinamakan Point atau Pip.
Contoh:
Pergerakan Mata Uang GBP/USD dari 1.5050 ke 1.5150 berarti bergerak sebesar 100 pip.
Pergerakan Mata Uang USD/JPY dari 93.50 ke 93.75 berarti bergerak sebesar 25 pip.

CARA KERJA FOREX:
Di pasar valas (Forex) ini kita bisa membeli ataupun menjual berbagai mata uang untuk mendapatkan keuntungan, dan Trading Forex bersifat “2 Ways Opportunity”, yaitu kita bisa meraih keuntungan dengan memanfaatkan order Buy ataupun Sell. Inilah yang membedakan forex tradisional dan forex modern.
Jika kita meng-order dengan buy kemudian harga kurs mata uangnya meningkat maka kita mendapatkan profit dan begitu pula sebaliknya, jika sell maka bila harganya menurun maka kita akan mendapatkan profit. Tetapi jika kita meng-order dengan buy dan kemudian harganya menurun maka kita menderita loss (kerugian).
Profit ataupun loss jika tidak tutup posisinya (disclose/diliquid) maka posisi order kita masih dianggap mengambang (floating) atau belum direalisasikan sehingga dapat memungkinkan terjadinya baik arah. Misalnya seorang trader memasang perintah buy kemudian harganya menurun, tetapi masih belum ditutup posisinya (belum diclose), maka trader tersebut menderita floating loss, dan bila kemudian ternyata kurs kembali naik melebihi posisi semula tadi maka trader tersebut akan mendapatkan floting profit, dan bila open posisi yang floating profit tersebut ditutup (disclose) maka floating profit tersebut barulah akan direalisasikan menjadi profit yang sesungguhnya dan nyata.
PENTING :
Anda BUY jika mengharapkan kurs harganya menjadi naik untuk mendapatkan profit,
Anda SELL jika mengharapkan kurs harganya menjadi turun untuk mendapatkan profit.

SPREAD JUAL-BELI
Di Forex terdapat selisih perbedaan kurs harga jual dan beli, dan hal ini dinamakan dengan spread. Harga Kurs Jual (Bid) selalu lebih rendah daripada harga beli (Ask)
Contoh:
GBP/USD
Bid Ask
1.5115 1.5117
Bid = Jual Ask = Beli

Jadi 1.5117 – 1.5115 = 2, 2 inilah yang dinamakan spread.

NILAI PERGERAKAN per PIP:
Untuk trading forex yang terhadap US dollar tersebut terdapat dua jenis currency utama yang umum diperdagangkan, yaitu berjenis Direct dan Indirect.
Contoh:
Direct : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dll (yang…/USD)
Indirect : USD/JPY, USD/CHF, dll (USD/…)
NILAI PER PIP-nya,yaitu:
Untuk mata uang yang direct :
Jika Anda trading dengan 1 lot,maka nilai per pipnya adalah 10 $
Jika Anda trading dengan 0.1 lot,maka nilai per pipnya adalah 1 $
Jika Anda trading dengan 0.01 lot,maka nilai per pipnya adalah 0.1 $
Untuk mata uang yang indirect :
Jika Anda trading dengan 1 lot,maka nilai per pipnya adalah 7-9 $
Jika Anda trading dengan 0.1 lot,maka nilai per pipnya adalah 0.7 $

MARGIN, LEVERAGE dan CONTRACT SIZE :
Bagaimana jika Saya Tidak memiliki Cukup Uang Untuk Membeli 10,000 GBP ?
Di Trading Forex jenis modern dikenal dengan istilah Margin (jaminan), yang dimana maksud dari margin adalah seperti daya ungkit anda atau Leverage.
Fungsi dari Margin dan Leverage ini dapat membuat anda tidak perlu bermodalkan 10,000 USD dana untuk bisa membeli 10,000 USD tersebut, tetapi cukup dengan jaminan modal sebesar sekitar 100 USD saja maka anda sudah bisa bertransaksi di sejumlah 10,000 USD.
Contoh yang lain.
Anda ingin bertransaksi di mata uang GBP/USD sebanyak $10,000. di Trading Forex modern anda tidak perlu membutuhkan modal sebanyak $10,000 untuk bisa bertransaksi di jumlah tersebut. Karena di Forex jenis modern ini anda bisa meminjam kepada bursa sebanyak $10,000 untuk digunakan bertrading, dan untuk pinjaman sebesar itu anda cukup memberikan jaminan sebanyak $100 (dengan 1 : 100 ) saja kepada bursa. Jadi ibaratnya seperti anda meminjam uang sebanyak $10,000 tetapi anda cukup menjaminkan asset anda sejumlah $100 saja.
Dan bila nanti order anda tersebut sudah selesai diclose maka margin (jaminan) tersebut akan dikembalikan ke account portpolio anda lagi secara utuh.
Besarnya pinjaman tersebut (dalam contoh diatas yang $10,000) Disebut dengan istilah Contract Size atau Ouantity

CATATAN:
Semakin BESAR LOT>>semakin BESAR margin>>>Juga semakin BESAR modal>>tentunya semakin BESAR RESIKO, dan semakin BESAR juga HASIL
Semakin KECIL LOT>> semakin KECIL margin>>> Juga semakin KECIL modal>>tentunya semakin KECIL IIASIL, dan semakin KECIL juga RESIKO
PERHATIKAN
Perbedaan antar Leverage 1:500 dengan 1:100 adalah terletak pada BESAR KECILNYA MARGIN yang dibutuhkan untuk setiap transaksi. Hal ini penting dipahami agar dapat menggunakan margin dengna bijaksana dalam bertrading… gunakan MARGIN jangan lebih dari 20% dari modal/equity yang dimiliki.
Pada umumnya leverage yang diberikan di Trading Forex Modern yaitu 1:100 atau 1 : 500 atau dalam arti hanya membutuhka l% sd 0.2% margin (jaminan) saja. Sehingga jika anda ingin membeli USDollar terhadap Jepang Yen (USD/JPY) sebanyak $10,000, maka anda cukup memberikan margin (jaminan) sebesar 1% nya saja dari $10,000 tersebut yaitu $100. Dan anda bisa bertrading seolah-olah anda membeli bank note valas dengan modal $10,000 di bank atau money changer, padahal sebenarnya anda cukup mengeluarkan modal jaminan $100.
Fungsi dari 1 : 100 tersebut seperti daya ungkit anda yang bisa menaikkan kekuatan transaksi anda sampai sekitar 100x lipatnya, jadi semisal dengan margin $200 maka anda bisa bertrading maximal di jumlah $200 x 100 : $20,000.

Saya ingin bertrading di kelipatan lebih dari 100x, bagaimana?
Di beberapa broker yang kami rekomendasikan anda bisa bertrading dengan kelipatan hingga 500x lipatnya (leverage 1:500) yaitu artinya jika anda ingin bertrading maka anda cukup menjaminkan sebanyak 0.2%nya dari jumlah yang ingin ditradingkanCara menghitung margin dengan leverage
Contoh Real:
Anda akan trading dengan contract size 1000 $, bila anda menggunakan leverage 1 : 100, maka anda harus menyiapkan Margin sebesar 10 $, namun jika anda menggunakan leverage 1 : 500, maka anda cukup mengeluarkan jaminan ( margin ) 3 $ saja.
Pada umumnya 1 lot = quantity contract size $100,000 (regular): dan 0.1 lot: quantity contract size $10,000 (mini): dan 0.01 lot : quantity contract size $1000

MARGIN CALL :
Margin Call yaitu suatu keadaan yang dimana open posisi Anda sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan lagi karena cash equity Anda yang menipis, sehingga bisa mengakibatkan loss total.
Jangan sampai trading Anda mencapai Margin Call, oleh karena itu perhatikan ketahanan point Anda.!!!

PERHITUNGAN MARGIN CALL YANG UMUM:
Contoh:
Misalkan modal Anda adalah $1000 dan anda melakukan order SELL 0.2 lot di GBP/USD, seperti contoh no.2 diatas. Maka margin (jaminan) yang digunakan adalah $76 dan sisa modal balance anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin jaminan maka akan menjadi $1000 - 76=$924.
Dan karena anda menggunakan 0.2 lot, maka nilai pergerakan per pipnya adalah $2, dan dengan sisa modal yang sebesn $924 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss hingga 5924 : $2 =462 point, sehingga bila loss anda melebihi tahanan tersebut ( minus 462 point ) maka open posisi anda akan otomatis diclose oleh system, karena untuk menghindari cash equity balance anda menjadi negative, dan ini dinamakan dengan terkena MARGIN CALL.?
KESIMPULAN: Margin call itu berarti jika cash equity anda sampai turun ( akibat loss) dibawah margin yang dijaminkan maka anda akan terkena margin call dan open posis anda akan diclose secara paksa dan otomatis oleh system secara berurutan, dimulai dari posisi yang paling tidak menguntungkan.
Anda juga tidak dapat order jika free margin anda tidak mencukupi untuk quantity lot yang ingin anda order. Oleh karena itu sesuaikan penggunaan lotnya dengan kekuatan modal dan margin anda, dan perhitungkan pula aspek margin call.

Macam-Macam Perintah Order ( Order Type )
Di forex trading terdapat beberapa-tipe perintah order untuk melaksanakan transaksi anda dan perintah order ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

Instant Execution
Yaitu order yang dilaksanakan di saat itu juga diharga sekarang di market ( running price Quote). Dan instant execution terdiri dari perintah order buy dan sell di market.

Pending Order
Yaitu order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu (ibaratnya seperti membooking posisi harga terlebih dahulu ).

BUY STOP
Memasang ( dengan membooking ) BUY diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan dengan harapan bila grafik running price bergerak baik kesuatu titik tertentu dan dititik tersebut akan otomatis terpasang BUY dengan harapan agar grafik dapat bergerak naik lagi supaya mendapatkan Profit.

SELL STOP
Memasang (dengan membooking) SELL Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar grafik dapat bergerak turun lagi supaya profit.

BUY LIMIT
Memasang (dengan membooking) BUY dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy- dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak naik supaya profit.

SELL LIMIT
Memasang (dengan membooking) SELL Diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak turun supaya profit.
Disamping perintah-perintah order diatas, di Trading Forex juga terdapat istilah-istilah berikut untuk pelaksanaan order anda.

TAKE PROFIT (TP)
Yaitu untuk target profit anda

STOP LOSE (SL/STP)
Yaitu untuk menbatasi kerugian anda (cut loss)
SL sebaiknya dipasang di setiap order anda, karena untuk membatasi kerugian anda agar tidak semakin terpuruk jika open posisi anda terkena loss

TRAINLING STOP
yaitu suatu fasilitas yang dimana berguna untuk melindungi profit anda dari kerugian dengan cara menaikkan stop-lossnya setahap demi setahap secara otomatis.
Contoh trailing stop :
Anda melakukan order open BUY di GBP/USD pada harga 1.8500 dan kemudian harga bergerak naik hingga ke 1.8530, tetapi belum close karena anda ingin mendapatkan profit lebih maximal lagi, sehingga untuk melindungi agar profit anda tersebut tidak berbalik menjadi loss atau negative maka anda bisa men-set perintah Trailing Stop ini,
Misalkan anda set Trailing Stopnya dengan 20 Pips, maka berarti stop loss anda akan diatur dijarak 20 pips dari running yang sedang berjalan dan akan naik bertahap sesuai dengan profit anda" yaitu kalau dalam contoh ini di angka 1.8510 (1.8530 - 20 pips), dan jika harga masih bergerak naik kearah 1.8570 maka stop-loss anda akan naik juga ke 1.8500 (1.8570 - 20 pips), sehingga ketika harga dari 1.8570 tersebut berbalik turun maka stop loss anda tidak akan turun, dan kemudian jika turun terus dan menyentuh ke 1.8550 maka posisi anda akan di-close otomatis dengan hasil profit 50 pips (1.3550 - 1.8500). Jadi dengan Trailing Stop maka profit anda bisa lebih maksimal tanpa anda harus kuatir berbalik menjadi loss.
CATATAN:
Perintah transaksi diatas dapat anda modifikasi ordernya secara mudah, yang dimana jika anda pengguna software Meta Trader dapat anda modifikasi dengan cara klik kanan diposisi order anda tersebut yang sudah terlaksana di menu terminal bagian bawah), setelah itu pilih "modify order". Dan bila anda ingin order posisi baru dapat menekan tombol F9 pada keyboard anda. Dan untuk bantuan Help dapat menekan tobol Fl.

Grafik (Chart)
Di Trading Forex dilengkapi pula dengan grafik pergerakan harga yang biasa disebut dengan Charting, dan untuk Charting dapat pula dilengkapi dengan indicator-indicator yang dimana berguna untuk analisis secara teknikal. (untuk pengguna software MetaTrader dapat mengklik kanan mouse anda di posisi grafik untuk memunculkan indicatornya)
Disamping itu grafik dapat pula diset pembacaannya berdasarkan jeda waktu permenit, perjam, perhari, perminggu, dan bahkan perbulan ( M1, M5, M15, M30, H1, H4,D1...) Sehingga dapat anda gunakan untuk analisa anda secara historical maupun acuan trading anda. Dan dengan grafik dapat mempermudah pembacaan pergerakan harga dari tiap-tiap mata uang.
Bila anda pengguna software MetaTrader, anda dapat memunculkan grafik dari mata uang yang anda inginkan dengan cara klik kanan di quote harga mata uangnya (di menu window sebelah kiri), setelah itu pilih Chart Window. Sedangkan untuk pengguna platform lain silahkan menghubungi pihak vendor ataupun brokernya untuk caranya.

ARTI PERGERAKAN GRAFIK
Untuk mata uang yang base currencynya USD (USD/JPY, USD/CHF, USD/...)
Bila grafiknya bergerak naik. hal tersebut menunjukkan mata uang USD sebagai basenya sedang dalam keadaan menguat dan mata uang pembandingnya (contoh: JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga bila grafik USD/JPY bergerak naik itu berarti mata uang Jepang yen sedang melemah terhadap USDollar dan USDollar sedang menguat terhapad mata uang Jepang yen
Bila grafiknya bergerak turun, hal tersebut menunjukkan mata uangUSD sebagai basenya sedang dalam keadaan melemah dan mata uang pembandingnya (contoh JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga bila USD/CHF bergerak turun itu berarti mata uang Swiss Franc sedang menguat terhadap USDollar dan USDollar sedang melemah terhap mata uang Swiss Franc.

Untuk mata uang yang base currecynya bukan USD(EUR/USD,GBP/USD)
Bila grafiknya bergerak naik hal tersebut menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan melemah dan mata uang basenya (contoh: EU, GBP) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga bila grafik GBP/USD bergeraki naik itu berarti mata uang USDollar sedang melemah terhadap Poundsterling, dan Poundsterling sedang menguat terhadap USDollar.
Bila grafiknya bergerak turun hal tersebut menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan menguat dan mata uang basenya (contoh: EUR, GBP) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga bila grafik EUR.USD bergerak turun itu berarti mata uang USDollar sedang menguat terhadap Euro, dan Euro sedang melemah terhadap USDollar.

BUNGA / Interest / Rollover SWAP/ Premium
Di Forex juga terdapat bunga (overnight interest) bila open posisi anda sampai menginap lebih dari 1 hari (melewati sekitar jam 4 pagi WIB (GMT +7)). Dan bunga di forex ada yang positif dan ada pula yang negative. Bila anda terkena bunga positif maka open posisi anda akan mendapatkan tambahan cash setiap harinya, tetapi bila anda terkena bunga yang negative tersebut sampai open posisi anda tersebut di-close. Di Broker yang kami rekomendasikan, Anda tidak terkena SWAP.
Keterangan:
Bunga positif dan negative ditentukan dari jenis transaksi anda (buy atau Sell) dan juga suku bunga dari mata uang yang bersangkutan, sehingga jika terjadi perubahan suku bunga dari suatu negara maka juga berakibat pada perubahan bunga overnight ini. Tetapi bila adalah klien muslim, maka dibeberapa broker anda dapat merequest untuk mendapatkan fasilitas bebas bunga overnight (Swap Free Account).
Untuk perhitungan bunga overnight ini silahkan anda menghubungi pihak perusahaan broker anda masing-masing karena tiap-tiap perusahaan mempunyai aturan bunga yang berbeda-beda. Tetapi jika anda pengguna platform software MetaTrader, maka anda dapat melihat bunga-bunganya dengan cara berikut:
- Klik kanan di quote harga mata uang pada menu window sebelah kiri
- Pilih Symbol
- Pilihlah mata uang yang anda ingin anda lihat bunganya, setelah itu klik “Properti"
- Disana anda dapat melihat nilai bunganya jika open posisi order anda sampai menginap, yaitu bunga untuk posisi Buy (Long) berapa dan juga bunga untuk posisi Sell (Short) berapa. Dan biasanya nilai bunga adalah dalam bentuk point.
Contoh:
Swap Type = in Points
Swap Long =0.63 (bunga positifuntuk posisi Buy dalam point per harinya)
Swap Short = -1.31 ( bunga negative untuk posisi Sell dalam point perharinya)
CATATAN : Bunga harus dikurskan ke USDollar terlebih dahulu.
Berdasar dari contoh diatas, jika open posisi Buy anda menginap maka anda setiap harinya akan mendapatkan tambahan extra +0.63 point di cash equity anda, sedangkan jika open posisi Sell yang menginap akan mengurangi cash equity anda sebanyak -1.31 point per harinya.Perlu diperhatikan bahwa hari sabtu, minggu dan hari libur bunga tetap dihitung oleh karena itu harus anda perhatikan perhitungannya. Dan bunga dihitung dari quantity contract size anda dan bukan dari modal anda.
(1lot = quantity contract size $100,000 : 0.1 lot = quantity contract size $10,000)
(untuk perhitungan points silahlmn lihat cara perhitungan nilai per pip di bab atas)

ISTILAH-ISTILAH LAIN DI FOREX
Hectic/Fast Market:
Yaitu pergerakan market yang sangat signifikan dan dapat menyebabkan harga bergerak sangat cepat dan terjadi lompatan harga. Hal ini biasanya disebabkan oleh berita penting ataupun hal-hal lain yang dapat menyebabkan pergerakanyang sangat tinggi di bursa.
Titik Resistence:
Titik harga dimana harga akan sulit menembus batas level atas tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya harga akan dapat melonjak naik lagi hingga menjumpai titik resistence berikutnya,
Titik Support:
Titik ini dimana harga akan sulit menembus batas level bawah tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya harga akan dapat mengalami penurunan lagi hingga menjumpai titik support berikutnya.
Expert Advisor:
Yaitu suatu fasilitas yang disediakan oleh Platform MetaTrader untuk dapat melakukan suatu otomatic trading dengan menggunakan bahasa pemrograman (script) atau ROBOT.
 
© Copyright 2009-2011 Secercah Harapan All Rights Reserved.
Blog Design by Sarpandi | Published by Borneo Theme | Powered by Blogger.com.
National Futures Association (NFA) pedoman tersebut mengharuskan kami menginformasikan klien kami dari risiko yang terkait dengan perdagangan mata uang. Semua ide-ide dan informasi perdagangan termasuk dalam ini dan semua sumber daya ForexJust dimaksudkan sebagai bahan pendidikan untuk membantu Anda dalam perencanaan perdagangan Anda sendiri. Perdagangan valuta asing pada margin membawa tingkat resiko yang tinggi, dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Tingginya leverage dapat bekerja melawan Anda serta bagi Anda. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam valuta asing Anda harus hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi anda, tingkat pengalaman, dan resiko. Klien harus menyadari bahwa ForexJust tidak melakukan keduanya janji atau jaminan bahwa klien justru akan menjadi seorang trader yang menguntungkan dengan produk apapun. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi hasil di masa mendatang. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa mempertahankan kehilangan sebagian atau seluruh investasi awal Anda dan Anda seharusnya tidak perdagangan apapun uang yang Anda tidak mampu kehilangan. Anda harus menyadari semua risiko yang terkait dengan perdagangan valuta asing, dan mencari nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.